Just - in - Time (JIT) System

August 26, 2007

Dalam sistem Just - in - Time (JIT), aliran kerja di kendalikan oleh operasi berikutnya, dimana setiap stasiun kerja menarik out put dari stasiun kerja sebelumnya sesuai dengan kebutuhan. Dalam sistem JIT, pesanan produksi (production order) dapat dikomunikasikan dengan berbagai cara, dapat menggunakan alat elektronik seperti lampu, alat transportasi seperti konteiner, atau alat paling banyak digunakan adalah semacam tanda yang disebut sebagai kamban. Kamban adalah suatu istilah dalam bahasa Jepang yang serupa artinya dengan visible record or signal. Pada umumnya alat kamban yang dipergunakan adalah kartu, sehingga sering disebut kartu kamban. Kamban dipergunakan sebagai tanda (signal) kepada stasiun pemasok bahwa stasiun pengguna sedang membutuhkan material, sehingga stasiun pemasok (pelanggan) harus segera mengirimkan material itu sesuai dengan kebutuhan yang tertera dalam kartu kamban. Pada dasarnya sistem JIT merupakan suatu konsep filosofi yaitu, memproduksi produk yang dibutuhkan, pada saat dibutuhkan oleh pelanggan, dalam jumlah sesuai kebutuhan pelanggan, pada tingkat kualitas prima, dari setiap tahap proces dalam sistem manufakturing, dengan cara yang paling ekonomis dan efisien melalui eliminasi pemborosan (waste elimination) dan perbaikan proses terus menerus (countineous process improvement). Konsep just in time adalah suatu konsep di mana bahan baku yang digunakan untuk aktifitas produksi didatangkan dari pemasok atau suplier tepat pada waktu bahan itu dibutuhkan oleh proses produksi, sehingga akan sangat menghemat bahkan meniadakan biaya persediaan barang / penyimpanan barang / stocking cost.

Teori konsep just in time ditemukan oleh seorang berkebangsaan jepang bernama Taiichi Ohno dari perusahaan kendaraan motor Toyota. Perhitungan serta kerja sama yang baik antara penyalur, pemasok dan bagian produksi haruslah baik. Keterlambatan akibat salah perhitungan atau kejadian lainnya dapat menghambat proses produksi sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

FALSAFAH JIT

Menyediakan kebutuhan yang cukup pada waktu yang tepat.

JIT sebagai suatu sistem perbaikan yang berkelanjutan, dapat mengatasi kesia-siaan & variabilitas.

Produk yg disimpan, terlambat diproduksi, produk yg mengantri, produk yg rusak merupakan kesia-siaan.

Variabilitas adalah setiap penyimpangan dari proses optimal yg mengantarkan produk sempurna tepat waktu.

Pengelolaan JIT bertujuan untuk menghapuskan segala sesuatu yang tak bernilai tambah pada setiap saat.

Prinsip ini berasal dari pengamatan sederhana: konsumen hanya bersedia membayar nilai tambah yang kita hasilkan. Semua yang lain adalah Muda atau tak bernilai tambah. Oleh karena itu tujuan pengelolaan JIT terfokus pada penghapusan semua bentuk pemborosan (Muda). JIT juga adalah sistem yang mengejar kesempurnaan (nilai yang esential) saat Muda atau pemborosan dihapus.

Rantai pemasokkan yang ramping

Perubahan dari produksi tradisional menjadi rantai pemasokkan (supply chain) yang ramping adalah salah satu tahapan penting dalam pengelolaan JIT. Alran barang dan lairan produksi satu unit (one piece flow) diterapkan untuk memproduksi beragam produk industri, dengan ukuran lot yang kecil, secara ekonomis dan dalam jumlah yang sesuai dengan permintaan pasar.

Standarisasi kerja

Merupakan kunci sukses sistem JIT. Standarisasi kerja merupakan sarana pelatihan bagi para karyawan guna memastikan tindakan yang tepat dengan urutan kerja yang tepat pula dan kerjasama team. Ini pula yang merupakan jaminan kualitas dan produktivitas.


Kriptografi adalah seni untuk menyembunyikan informasi

August 26, 2007

Perkembangan komunikasi telah mendorong manusia untuk menyembunyikan informasi yang dimilikinya dari orang lain demi alasan keamanan dan privasi.
Seseorang yang berusaha untuk mengembangkan dan membuat kode kriptografi disebut cryptographer. Sedangkan seseorang yang berusaha memecahkan kode tersebut disebut cryptanalists. Kriptografi telah dikenal sejak 4000 tahun yang lalu. Kriptografi dahulunya adalah usaha untuk mengubah pesan dengan menambah atau mengubah karakter tertentu. Sekarang, telah ditemukan metode kriptografi terbaru yaitu: quantum cryptography.
Physical Cryptography
Physical cryptography meliputi metode untuk menukar tempat (transposition) atau mensubtitusikan karakter tertentu dalam pesan.
Substitution Ciphers Adalah metode kriptografi dengan jalan mengganti karakter/simbol tertentu dengan karakter/simbol yang lain.
Misal “a“: “x“ dan “b” : “y”, maka
“apa kabar” : “xpx kxyxr”.
Masalah: (a) tidak aman dan (b) apakah “x” dalam pesan benar-benar “x” atau hasil substitusi?
Transposition Ciphers Adalah metode kriptografi dengan menukarkan atau mengacak kata/bagian kata dari pesan dengan aturan tertentu. Contoh:
“Aku Cinta Kamu” : “kuA taCin muKa”
Steganography Yaitu proses menyembunyikan pesan dalam pesan lain dengan harapan agar pesan yang sesungguhnya tidak dapat dideteksi. Contoh:
“Aku Cinta Kamu” : “Aku Sangat Cinta Durian Kamu”
Hybrid System Yaitu gabungan dari ketiga metode di atas. Contoh: Mesin Enigma yang dipakai Jerman dalam PD II untuk mengirim pesan ke perahu “U”-nya, menggunakan kombinasi antara subtitusi dan transposisi.

Quantum Cryptography
Quantum kriptografi adalah metode enskripsi yang relatif baru. Pada awal tahun 2002, aplikasinya dibatasi untuk laboratorium dan proyek rahasia pemerintah. Proses didasari oleh Prinsip Ketidakpastian Heisenberg yang sebenarnya dipakai dalam teori atom modern.
Dalam quantum kriptografi, pesan dikirim dengan menggunakan runtun foton. Jika penerima mengetahui urutan dan polaritas dari foton maka ia bisa menterjemahkan pesan tersebut, Dan jika seseorang yang berusaha mengintip pesan, beberapa foton akan berubah polaritasnya. Hal ini akan memberi tahu si penerima bahwa pesan telah dibaca orang lain, dan dia bisa meminta si pengirim untuk mengirim ulang pesan dengan polaritas foton yang berbeda.
Quantum kriptografi memungkinkan adanya enskripsi yang tidak bisa dipecahkan. Meski demikian biaya yang dibutuhkan sangat mahal dan masih dipakai dalam aplikasi yang terbatas.