Cara belajar Efektif

October 31, 2007

Langkah-langkah belajar efektif adalah mengetahui

  • diri sendiri
  • kemampuan belajar anda
  • proces yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan
  • minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan

Anda mungkin belajar kalkulus dengan mudah tetapi tidak bisa belajar tenis, atau sebaliknya. Belajar apapun, adalah proces untuk mencapai tahap-tahap tertentu.

Empat langkah untuk belajar.
Mulai dengan cetak halaman ini dan jawab pertanyan-pertanyaannya. Lalu rencanakan strategi anda dari jawaban-jawabanmu, dan dengan “Pedoman Belajar” yang lain.

Mulai dengan masa lalu Apakah pengalaman anda tentang cara belajar? Apakah anda What was your experience about how you learn? Did you

  • senang membaca? memecahkan masalah? menghafalkan? bercerita? menterjemah? berpidato?
  • mengetahui cara meringkas?
  • tanya dirimu sendiri tentang apa yang kamu pelajari?
  • meninjau kembali?
  • punya akses ke informasi dari banyak sumber?
  • menyukai ketenangan atau kelompok belajar?
  • memerlukan beberapa waktu belajar singkat atau satu yang panjang?

Apa kebiasaan belajar anda? Bagaimana tersusunnya? Yang mana terbaik? terburuk?

Bagaimana anda berkomunikasi dengan apa yang anda ketahui belajar paling baik? Melalui ujian tertulis, naskah, atau wawancara?

Teruskan ke masa sekarang Berminatkah anda?
Berapa banyak waktu saya ingin gunakan untuk belajar?
Apa yang bersaing dengan perhatian saya?Apakah keadaannya benar untuk meraih sukses?
Apa yang bisa saya kontrol, dan apa yang di luar kontrol saya?
Bisakah saya merubah kondisi ini menjadi sukses?Apa yang mempengaruhi pembaktian anda terhadap pelajaran ini?Apakah saya punya rencana? Apakah rencanaku mempertimbangkan pengalaman dan gaya belajar anda?
Pertimbangkan
proses,
persoalan utama
Apa judulnya?
Apa kunci kata yang menyolok?
Apakah saya mengerti?Apakah yang telah saya ketahui?
Apakah saya mengetahui pelajaran sejenis lainnya?Sumber-sumber dan informasi yang mana bisa membantu saya?
Apakah saya mengandalkan satu sumber saja (contoh, buku)?
Apakah saya perlu mencari sumber-sumber yang lain?Sewaktu saya belajar, apakah saya tanya diri sendiri jika saya mengerti?
Sebaiknya saya mempercepat atau memperlambat?
Jika saya tidak mengerti, apakah saya tanya kenapa?

Apakah saya berhenti dan meringkas?
Apakah saya berhenti dan bertanya jika ini logis?
Apakah saya berhenti dan mengevaluasi (setuju/tidak setuju)?

Apakah saya membutuhkan waktu untuk berpikir dan kembali lagi?
Apakah saya perlu mendiskusi dengan “pelajar-pelajar” lain untuk proces informasin lebih lanjut?
Apakah saya perlu mencari “para ahli”, guruku atau pustakawan atau ahliawan?

Buat
review
Apakah kerjaan saya benar?
Apakah bisa saya kerjakan lebih baik?
Apakah rencana saya serupa dengan “diri sendiri”?Apakah saya memilih kondisi yang benar?
Apakah saya meneruskannya; apakah saya disipline pada diri sendiri?Apakah anda sukses?
Apakah anda merayakan kesuksesan anda?

dikutip dari http://www.studygs.net/indon/


TIPS HEMAT MEMBELI KOMPUTER

October 23, 2007

Anda ingin beli komputer? Untuk sarana belajar Anda mungkin? Atau agar anda bisa menggunakannya untuk menjalankan menyeleseikan tugas-tugas kuliah? Jangan lupa bahwa komputer bisa digunakan untuk apa saja mulai dari mendengarkan musik sampai nonton televisi juga bisa dengan menggunakan komputer.

Untuk mengetahui apa kebutuhan seseorang akan komputer mudah-mudah sulit. Hal ini dikarenakan kebutuhan komputer yang berbeda-beda untuk tiap orang. Banyak sekali yang membeli komputer tidak sesuai kebutuhan. Contoh, ada yang ingin punya komputer hanya untuk dipakai mengetik laporan kantor (office) lalu membeli komputer dengan spesifikasi hardware dan software yang berlimpah dan tinggi dengan harga yang mahal. Ada juga yang ingin membeli komputer untuk digunakan sebagai alat bermain (gaming) lalu membeli komputer dengan speifikasi rendah yang akhirnya hanya bisa untuk dipakai bermain game-game tingkat rendah pula

Pesatnya kemajuan teknologi memang telah membuat banyak kalangan lebih akrab dengan benda yang namanya komputer. Untuk sebagian kalangan seperti pelajar dan kaum pekerja, benda ini susah dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Berbagai macam kegiatan dapat dilakukan dengan lebih mudah berkat adanya bantuan komputer. Dari pekerjaan sederhana seperti mengetik surat, hingga menyunting foto atau berkirim surat via e-mail, semuanya dapat dilakukan dengan komputer. Bahkan sekarang komputer telah banyak digunakan sebagai media hiburan seperti mendengarkan musik, main game, sampai nonton TV.

Tidak bisa dipungkiri bahwa segala kemudahan yang ditawarkan oleh komputer membuat banyak orang jadi ingin memilikinya, meskipun ada saja orang yang ingin memilikinya hanya karena tidak ingin dikatakan ketinggalan zaman. Tapi, sampai sekarang masih banyak orang yang belum mampu punya komputer sendiri karena harus diakui harga komputer saat ini relatif tinggi untuk dapat dijangkau semua kalangan. Apalagi banyak yang masih menganggap komputer kebutuhan nomor sekian setelah berbagai kebutuhan lain.

 

Kita memang tak mungkin menekan harga komputer jadi lebih rendah sesuai ukuran kantung kita, tapi ­ nah ini dia - kita dapat menyiasati pembelian komputer yang sesuai dengan kebutuhan kita. Nah, jika Anda ingin membeli komputer sementara dana terbatas, berikut ini adalah beberapa tips:

1.Sesuaikan, seimbangkan, dan selaraskan antara spesifikasi komputer dengan harga.Sebaiknya tidak asal membeli komputer, coba bertanya pada diri sendiri, untuk apa komputer tersebut dipakai?

# Komputer yang dipakai hanya untuk mengetik saja (Office Class) tentunya tidak memerlukan komputer dengan spesifikasi tinggi dan mahal. Cukup apabila komputer tersebut sudah dapat menjalankan berbagai aplikasi perkantoran (misalnya, word processing dan spreadsheet). Hanya saja justru dana harus dibagi untuk belanja beberapa perangkat tambahan penting, seperti: printer, scanner, modem-fax, dan media pemutar sekaligus penulis disc. Carilah printer dengan kualitas bagus, hal ini untuk menghasilkan hasil cetak karya yang lebih baik. Intinya kelas ini melakukan kegiatan: mengetik, menyalin, mengirim dan mencetak, jadi perangkat yang berhubungan dengan keempat kegiatan ini harus bagus. Pusatkan pengeluaran dana untuk kebutuhan perangkat ini.
# Komputer yang dipakai untuk menjalankan aplikasi permainan (Gaming Class)

memerlukan spesifikasi perangkat/komponen tertentu yang sangat baik, terutama untuk perangkat: display (Monitor) yang luas, grafis (Graphics Card) yang memadai untuk menjalankan grafis rendering 3D gaming dengan kapasitas memori cukup, dan memori (Memory Module) komputer yang besar dan cepat. Graphics card dan memory module sangat memegang peranan penting untuk kelas ini, carilah yang kualitasnya sangat baik dan mendukung untuk game-game generasi berikutnya. Disamping itu kegiatan bermain ini biasanya dilakukan dalam waktu yang lama, maka perlu diperhatikan faktor pendingin untuk processor maupun ruang dalam casing yang lebih baik. Keyboard dan mouse yang ergonomis dan memiliki daya tahan yang lebih baik juga dibutuhkan untuk mendukung kegiatan ini. Dan jangan lupa dengan beberapa peralatan khusus gaming, seperti joystick, joypad, atau streering wheel.
# Komputer multimedia (Multimedia Class) lebih mengutamakan pada kegiatan yang berhubungan dengan: suara dan visual baik memutar, mengedit, dan mencetak. Pusatkan pengeluaran dana untuk membeli perangkat yang berhubungan dengan keduanya, terutama: kartu suara (Sound Card) kualitas bagus, display (Monitor) yang cukup besar, pemutar dan penulis disc (CDRW atau DVDRW), speaker, headset, keyboard multimedia, tv tuner, scanner, webcam. Ya, sebenarnya justru kelas ini dana yang akan dikeluarkan lebih besar dari yang lain. Seringkali kita dapati penjual menawarkan sebuah komputer yang dikatakannya kelas multimedia, namun ternyata yang mereka sebut itu hanyalah sebuah komputer dengan kemampuan biasa saja (atau bahkan kurang) dan hanya ditambah sebuah pemutar disc dan speaker. Untuk apa kita membeli komputer multimedia namun apabila digunakan untuk mendengarkan lagu, telinga terasa tidak nyaman, atau saat kita melihat ke layar terasa ada yang kurang.
# Ada juga kelompok pemakai yang menginginkan komputer dengan spesifikasi khusus yang biasanya langsung bersentuhan dengan profesinya (Profesional Class). Kelompok ini merupakan para pengguna komputer dengan kebutuhan spesikasi hardware dan software khusus untuk satu atau dua pekerjaan saja, contohnya para desain grafis dan editor video. Spesifikasi perangkat/komponen komputernya sangat beragam dan sangat tergantung dengan spesialisasi pekerjaan, kebutuhan tingkat teknologi yang dipakai, tingkat keahlian, serta media pekerjaan. Biasanya untuk kelompok ini harga menjadi nomor dua, teknologi dan perkembangan (baik perkembangan teknologi di bidang pekerjaan maupun penyesuaian permintaan) menjadi nomor satu. Tips untuk kelompok ini adalah gunakan dana sesuai penyerapan teknologi, jangan membeli perangkat/komponen high-tech namun tidak bisa memakainya. Sesuaikan batas kemampuan mengontrol, menjalankan, dan menghasilkan karya dengan teknologi yang dipakai.
——————————————————————————–

2. Kumpulkan berita dan review dari berbagai perangkat/komponen yang akan dibeli, atau tanggapan dan kesan-kesan orang lain ketika memakainya. Semuanya dapat dicari dari majalah-majalah (baik yang cetak maupun online, seperti Chip, PC World, PC Magazine, PC Komputer, PC Guide, PC Plus, dll) atau situs-situs reviewer seperti AnandTech, Tom Hardware, HardOCP, dan lain-lain. Jangan hanya mengandalkan satu sumber saja, apalagi itu adalah sebuah majalah atau situs yang disponsori oleh merek produsen tertentu. Biasanya tulisan atau laporan dari pengalaman banyak orang lebih dapat dipercaya, karena adanya perbedaan saat antara perangkat/komponen yang diuji di laboratorium dengan yang dipakai oleh orang kebanyakan. Hasil uji yang dilakukan oleh majalah atau situs biasanya dihasilkan dari perangkat/komponen pilihan produsen, bukan benda yang beredar di pasaran. Jadi jangan heran apabila ada majalah atau situs menyarankan suatu perangkat yang menurut mereka sangat bagus, namun di pasaran ternyata perangkat tersebut kurang bagus. Satu lagi sumber tempat kita mencari informasi yang bagus sekaligus dapat bertanya adalah di situs forum.
——————————————————————————–

3. Bertanyalah dan bandingkan ke banyak toko/penyalur perangkat/komponen.
Semakin banyak kita bertanya, maka semakin bebas kita memilih. Sangat riskan apabila kita hanya datang bertanya kepada satu toko saja lalu tertarik untuk membelinya. Hal ini dapat menjadi rasa sesal apabila perangkat yang telah dibeli ternyata pada toko lain ditawarkan dengan harga yang lebih murah atau layanan purna jual yang lebih baik.
——————————————————————————–

4. Ajaklah teman atau saudara yang mengerti komputer ketika akan memilih atau melakukan pembelian.
Jangan menyerahkan ketidaktahuan anda kepada pihak toko. Sudah hukum pasar apabila toko hanya tahu bagaimana caranya agar dagangannya dapat terjual. Baik itu dengan bujukan atau penipuan kasar sekalipun akan mereka lakukan. Dengan adanya teman atau saudara yang memiliki pengetahuan cukup mengenai perangkat/komponen komputer kita akan merasa aman dan nyaman. Bertanyalah sebanyak-banyaknya sebatas pengetahuannya. Cobalah untuk memberi keleluasaan kepadanya untuk memberikan pendapatnya.
——————————————————————————–

5. Perhatikan apa yang dapat ditawarkan oleh toko penjualnya.
Selain perangkat/komponen itu sendiri, ada beberapa hal penting yang harus kita ketahui saat membelinya: Layanan Purna Jual (sistem Garansi, jenis Service yang ditawarkan, apakah pihak toko dapat menerima Trade-In, dan lain-lain), lokasi service, nomor telepon, ketersediaan perangkat cadangan (stock). Jangan terbuai dengan bonus-bonus yang disertakan pada perangkat tersebut, fokuskan pada kualitas, layanan, dan harga yang pantas.
——————————————————————————–

6. Usahakan untuk melakukan tes pada perangkat/komponen yang akan dibeli di toko penjualnya.
Ada toko-toko yang menyediakan layanan seperti ini. Mereka mempersilahkan pembeli untuk mengetes barang yang mereka beli, namun cara yang dilakukan berbeda-beda. Ada yang mengharuskan kita membeli terlebih dahulu, ada juga yang menawarkan pengetesan sebelum kita membeli. Yang terpenting, adanya kesepakatan (sebaiknya ditulis di nota atau faktur pembelian) bahwa kita dapat mengembalikan atau mengganti perangkat/komponen yang dibeli apabila barangnya ternyata rusak atau bahkan tidak kompatibel. Berhati-hatilah untuk poin yang satu ini, karena banyak pembeli yang tidak mengetahui atau kurang mengerti akan hal ini sehingga ketika ternyata barangnya rusak terus tidak dapat dikembalikan, biasanya pihak toko beralasan bahwa rusaknya barang tersebut dikarenakan kelalaian kita bukan barang rusak yang mereka jual.
——————————————————————————-

7. Catatlah hasil bertanya atau mintalah brosur beserta harga pada toko-toko yang dikunjungi. Juga pakailah kalkulator untuk menghitung perkiraan jumlah dana yang akan dikeluarkan, kalkulator juga dapat dipakai untuk menghitug kurs dolar yang berlaku saat itu karena banyak toko yang memberlakukan harga dengan dolar.

8. Compare price list yang anda dapat dengan situs komputer online klik disini atau disini


Informasi n Tips

October 6, 2007

Bagi kawan-kawan yang poenya sesuatu tentang tips (pa ja dech) pos aja langsung …


Uang Saku, Perlu Gak Sih?

October 6, 2007

Tidak semua orangtua membekali putra-putrinya dengan uang saku. Sering saya temui, para ibu tidak begitu suka memberi uang saku ke anaknya yang duduk di kelas 1 SD. Mereka lebih suka membekali buah hatinya dengan makanan dari rumah. Kebiasaan ini kadang-kadang berlanjut hingga si anak kelas 5 SD.

Sebaliknya, beberapa orangtua lain ada yang memang memberikan uang saku. Dengan pertimbangan, agar si anak bisa mengelola uang dan mengambil keputusan sendiri. Selain itu, dengan diberi uang saku, orangtua tak perlu lagi pusing memikirkan jajanan si anak.

Sebetulnya, perlu enggak sih memberikan uang saku ke anak? Jujur, kalau saya bilang: PERLU. Memang sih, beberapa diantara Anda mungkin banyak yang merasa bahwa anak usia - katakan - 7 tahun misalnya, belum perlu dikasih uang saku. Nanti takutnya dia boros. Tapi, percaya enggak, kalau Anda menunda, cepat atau lambat anak Anda, toh, harus tetap pegang uang sendiri.

Jadi, kalau Anda memberikannya uang saku, sebetulnya sudut pandangnya adalah agar Anda bisa memberikan pembelajaran buat si anak. Jangan takut si anak boros. Kalau saya bilang, justru bagus kalau dia boros sekarang, daripada borosnya nanti ketika sudah beranjak remaja? Ya, kan?

SEJAK KAPAN?

Sekarang, sejak kapan uang saku bisa mulai diberikan kepada anak? Jawab saya sederhana: berikan sejak si anak sudah mulai Anda tinggal sendiri di sekolah. Ini berarti, uang saku sudah bisa diberikan ketika Anda sudah tidak lagi menunggui anak Anda ketika dia belajar di sekolah. Kenapa? Karena ketika Anda tidak lagi menungguinya di sekolah, di saat itulah dia mulai belajar untuk mandiri. Kalau tadinya dia terbiasa minta tolong kepada Anda setiap kali dia merasa mendapat kesulitan, karena sekarang Anda sudah tak ada lagi di sampingnya, mau tidak mau mereka jadi belajar mengerjakannya sendiri. Dengan meninggalkanya di sekolah, Anda sebetulnya sudah mengajarkannya untuk mulai belajar mandiri.

Nah, ketika Anda mulai mengajarkannya untuk mandiri dengan meninggalkannya di sekolah, maka apa yang harus Anda lakukan adalah dengan memberikan dia bekal agar bisa ‘hidup’ di sekolah. Uang saku yang Anda berikan adalah bekal itu. Sekarang, kapan biasanya orang tua mulai meninggalkan anaknya di sekolah dan tidak lagi ditunggui? Hampir semua ibu memberikan jawaban yang seragam, sekitar kelas 1 hingga 3 SD. Jadi, saat itulah si anak sudah mulai bisa Anda berikan uang saku agar ia bisa belajar mengelola uangnya sendiri sejak ia kecil.

SEBERAPA BESAR?

Pertanyaan klasik yang mungkin timbul, berapa besar uang saku yang pas yang bisa diberikan? Sekarang begini saja deh: biasanya kalau si anak ditinggal sendiri di sekolah, apa sih yang dia butuhkan untuk dia bayar? Jelas, transport pulang pergi dari dan ke sekolah (kalau dia sudah Anda tinggal juga dan tidak lagi diantar jemput), makan di sekolah (kalau dia tidak Anda bawakan makanan dari rumah), dan jajan hal-hal yang biasanya dibeli oleh anak SD, seperti mainan yang biasanya dijual oleh para pedagang di luar sekolah, atau buku-buku yang dijual di sebuah kios di sekolah.

Jadi, jawabannya jelas, yaitu uang saku tersebut haruslah mencukupi untuk si anak bisa membayar uang transport, makan di luar, serta buku atau mainan yang ingin dia beli. Jangan lupa, untuk dua pos yang terakhir, yaitu buku atau mainan, biasanya sih hal itu sangat bergantung dari usia anak. Makin tua usia anak Anda, biasanya bisa jadi makin mahal juga keinginannya.

Sebetulnya, tidak ada uang saku yang sama persis dan ideal untuk setiap anak di Indonesia ini, karena hal itu akan sangat bergantung pada:

  • Berapa usia anak Anda (uang saku untuk anak usia 9 tahun dan 12 tahun pasti berbeda),
  • Seberapa jauh rumah Anda dengan sekolah si anak (makin dekat, biasanya makin murah pula biaya tranportnya)
  • Di kota mana anak Anda tinggal (anak yang di Yogya beda dengan anak yang tinggal di Bogor atau di Jakarta).

BAGAIMANA MELATIHNYA?

Pertama-tama, yang diinginkan orangtua tentu saja agar anaknya tidak boros dalam mengelola uang saku. Tapi, seringkali hal itu nggak bisa langsung terjadi karena bisa saja untuk minggu-minggu pertama anak Anda mungkin akan boros. Biasa, bisa jadi dia kaget karena baru pertama kali dikasih uang untuk dikelola secara harian. Tapi ingat, kadang boros bisa menjadi sarana yang baik untuk anak belajar. Karena pengalaman yang dialami sendiri oleh si anak biasanya akan lebih tertanam di hati anak dibanding kata-kata yang Anda berikan. Betul, bukan?

Sekarang, bagaimana cara melatih anak agar tidak boros?

  • Ajarkan membuat prioritas. Anak perlu diajar untuk membelanjakan uang saku menurut prioritasnya, Apa sih prioritas dalam penggunaan uang saku? Jelas, untuk membayar transportasi, dan makan selama di sekolah. Buku (di luar buku sekolah) dan mainan bisa menyusul. Dengan mengajarkan anak apa yang menjadi prioritas, maka bisa diharapkan sampai dewasa nanti si anak akan terus mendahulukan apa yang menjadi prioritas untuk dibelanjakan.
  • Ajarkan anak bedanya butuh dan inginCoba juga mengajarkan anak agar ia bisa membedakan mana barang-barang yang benar-benar dia butuhkan untuk dia beli terlebih dahulu, dan mana barang-barang yang sebetulnya hanya diinginkan, untuk bisa dia beli atau ditunda kalau memang belum terlalu butuh.

    Memang, mengajarkan anak tentang perbedaan antara butuh dan ingin sama sekali tak gampang. Tapi kalau Anda bisa berhasil, wah, sampai dewasa pasti anak Anda bisa dengan mudah membedakan mana yang butuh dan mana yang ingin.

  • Beritahu bahwa uang saku tidak selalu harus dihabiskanYa, kasih tahu juga sama anak bahwa yang namanya uang saku tidak selalu harus dihabiskan. Ada saatnya uang saku harus ditabung. Pertama-tama, Anda bisa mengajarkan si anak untuk memakai celengan. Setelah jumlahnya agak banyak, uang itu bisa dipindahkan ke tabungan di bank. Yang penting, ajarkan anak untuk selalu berpikir bahwa uang saku tidak harus selalu dihabiskan.


Waktu anda terbuang tercuma

October 6, 2007

Berikut ada tips untuk mengatasi hal tersebut

Hal-hal apakah yang membuat waktu anda terbuang sia-sia dan bagaimana cara mengatasinya? Ikuti beberapa tips berikut ini:

1. Tidak berani mendelegasikan tugas : Yakinkan diri anda bahwa tidak perlu semuanya dikerjakan oleh anda.

2. Tidak berani mengatakan “tidak” terhadap suatu permintaaan : Tentukan apa yang harus dan ingin anda lakukan.

3. Terlalu sibuk menerima telepon : Sedapat mungkin carilah orang lain yang dapat menyeleksi telepon yang masuk, gunakan “answering machine”

4. Menunda : Kerjakan pekerjaan yang sukar terlebih dahulu, pisahkan tugas-tugas yang berat menjadi bagian-bagian kecil dan ringan.

5. Membagi perhatian pada banyak hal untuk dikerjakan sekaligus : Tentukan prioritas apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu