KEAJAIBAN MICROSOFT WORD: BUKTI KEBENARAN TRAGEDI WTC 11 SEPTEMBER

January 25, 2008

Masi ingat tragedi WTC 11 september khan?? Itu lho, runtuhnya menara kembar yang menjadi kebanggaan warga amerika (jadul alias jaman dulu) yang diberi nama “World Trade Centre”. Ternyata kejadian ini telah lama tergambar, namun tidak ada yang tahu (maksudnya lum ada yg tahu..^_^\/). Yup, kejadian itu tergambar pada software yang biasa kita pake bwt bikin laporan (g nyangka…); Microsoft Word. Ga percaya??? Buktiin aja ndiri….

  1. Silahkan buka microsoft word
  2. Ketikkan Q33 NY (huruf besar). Sekedar pengetahuan, Q33 NY adalah nomor pesawat yang menghantam WTC tersebut.
  3. Ganti ukuran font menjadi 48.
  4. Ganti jenis font menjadi WINGDINGS, dan………..(wew…kata pertama yang terucap dari mulut penulis…)

Tulisan Q33 NY berubah menjadi gambar sebuah Kapal Terbang yang akan menabrak WTC (menara berkembar dan lambang tengkorak beserta lambang yahudi…Tahu maksudnya khan….

SUBHANALLAH….

dikutip dari :

http://www.omaq.org/v3/index.php?do=post&id=cuba_buka_microsoft_word_ikut_arahan_bawah


Noam Chomsky: Ketakutan Utama AS, Jika Umat Islam Bersatu

August 8, 2007

Noam Chomsky, yang selama ini dikenal sebagai komentator dengan pernyataan-pernyataan yang pedas terhadap kebijakan AS mengatakan, mimpi buruk AS adalah apabila umat Islam di dunia bersatu.Saat ini, kata Chomsky, tantangan terbesar bagi AS adalah bagaimana tetap mempertahankan dominansi terhadap negara-negara penghasil sumber energi di dunia, yaitu Timur Tengah.

“Persatuan di kalangan umat Islam, umat yang selama ini berada di hampir seluruh wilyah penghasil sumber energi dunia, merupakan mimpi buruk terbesar bagi AS, ” kata Chomsky.

Menurutnya, langkah AS memberikan bantuan untuk keperluan militer di sejumlah negara Timur Tengah baru-baru ini, hanya akan memicu perlombaan senjata di kawasan itu. Dan itu adalah taktik pemerintahan Bush agar kekerasan tetap berkobar di Timur Tengah dan untuk mencegah persatuan umat Islam.

Chomsky meyakini, invasi Irak merupakan pesan AS bahwa negara itu akan melakukan serangan sepanjang target serangannya dianggap “tidak memiliki pertahanan” yang memadai.

Dalam hal ini, ia juga mengkritik kecenderungan media massa AS mengabaikan pesan-pesan damai yang dilontarkan para pemimpin negara-negara Timur Tengah.

Menurut Chomsky, cuma ada dua negara penghasil sumber energi di Timur Tengah yang gagal dikontrol AS, yaitu Iran dan Suriah. Tak heran jika AS, selama ini menganggap kedua negara itu sebagai musuh, utamanya Iran.

Ia memperkirakan bahwa negara-negara yang selama ini menolak dominansi AS, seperti Iran dan Suriah akan membentuk sebuah blok yang cenderung bergabung dengan Asian Energy Security Grid dan Shanghai Cooperation Organization (SCO) yang berbasis di China.

Chomsky mengutip laporan surat kabar South China Morning Post edisi Juni 2006 yang terbit di Hongkong. Surat kabar itu melaporkan bahwa Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad telah mencuri perhatian para peserta pertemuan tahunan SCO.

Dalam pidatonya di pertemuan itu, Ahmadinejad menyerukan agar SCO bersatu melawan negara-negara yang selama ini menentang dan mengkritik program nuklir Iran. SCO sendiri, yang beranggotakan negara-negara di Asia Tengah, mendesak AS agar segera menarik instalasi militernya yang ada di negara-negara anggota SCO.