Tinjauan Peta Proses Operasi

September 5, 2008

Peta Proses Operasi ( Operation Process Chart )

Peta Rakitan (Assembly Chart) belum menjelaskan lebih terperinci mengenai urutan produksi yang dilalui oleh suatu produk. Oleh karena itu perlu dibuat dengan menggunakan Operation Process Chart (OPC) dimana peta ini memperluas peta rakitan dengan menambahkan setiap operasi ke dalam gambaran grafis dari pola aliran pertama yang telah dikembangkan.

Operation Process Chart (OPC) adalah salah satu teknik yang paling berguna dalam perencanaan produksi. Kenyatannya peta ini adalah gambaran tentang proses, dan telah digunakan dalam bebagai cara sebagai alat perencanaan dan pengendalian. Dengan tambahan data lain, peta ini dapat digunakan sebagai alat manajemen.

Read the rest of this entry »


Pengertian Peta Rakitan

September 5, 2008

Peta Rakitan (Assembly Chart)

Peta Rakitan adalah gambaran grafis dari urutan-urutan aliran komponen dan rakitan-bagian (sub assembly) ke rakitan suatu produk. Akan terlihat bahwa peta rakitan menunjukkan cara yang mudah untuk memahami :

1. Komponen-komponen yang membentuk produk

2. Bagaimana komponen-komponen ini bergabung bersama

3. Komponen yang menjadi bagian suatu rakitan-bagian

4. Aliran komponen ke dalam sebuah rakitan

5. Keterkaitan antara komponen dengan rakitan-bagian

6. Gambaran menyeluruh dari proses rakitan

Read the rest of this entry »


How To Make a Paper (Tugas JIT)

March 22, 2008

Apa tujuan penulisan essai/paper?

Menulis paper adalah menghasilkan suatu pembahasan mengenai suatu tema tertentu dengan dukungan argumen yang cukup kuat. Untuk menghasilkan sebuah paper yang baik, anda harus melakukan riset, yakni melakukan investigasi terhadap topik anda dengan jalan membaca. Sumber bacaan bisa berupa buku, majalah, surat khabar atau sumber-sumber dari internet. Informasi yang anda peroleh dari berbagai sumber ini akan anda gunakan untuk mendukung poin-poin (argumen ataupun pernyataan) yang anda tulis dalam paper anda.

Apa yang diharapkan dosen dari essai/paper anda?

1. Pembahasan yang sangat terfokus mengenai sebuah topik yang dipilih.
2. Hasil dari suatu riset pustaka yang cukup luas dan kritis.
3. Argumen yang dikembangkan dengan baik dalam artian didukung oleh rangkaian logika yang kuat.
4. Pembahasan yang dipresentasikan dengan bahasa yang baik dan benar.

Apa yang harus dilakukan ketika membaca sebuah pertanyaan essai/paper?

Temukan subyek dari tema yang dipilih/ditentukan.
Menemukan subyek (teori, konsep, dsb) merupakan langkah awal bagi sebuah essai yang baik. Tanpa menemukan subyek yang dipermasalahkan, sebuah essai akan cenderung keluar dari jalur yang diinginkan (tidak terfokus).Pahami permasalahan
Permasalahan memberikan instruksi kepada anda mengenai apa yang harus anda lakukan setelah anda menemukan subyeknya: uraikan, jelaskan, bandingkan dan sebagainya.

Proses penulisan
Pada bagian ini anda HARUS sudah yakin dengan subyek dan permasalahan yang harus anda jawab. Tergantung dari permasalahan yang diberikan, menentukan posisi mungkin merupakan bagian penting dalam proses penulisan ini karena argumen-argumen yang anda tampilkan akan sangat dipengaruhi oleh posisi anda. Juga, posisi anda akan sangat membantu anda mempertahankan koherensi struktur pembahasan paper/essai anda.

Apa komponen-komponen dalam pembahasan sebuah essai?

1. Sebuah essai/paper MUNGKIN menuntut anda untuk:

- mendefinisikan
- mendeskripsikan
- menjelaskan
- mengelaborasi
- membandingkan
- menrangkum

2. Sebuah essai/paper HARUS mengandung komponen-komponen berikut:

- analisa: memecah-mecah unit-unit pembahasan untuk disesuaikan dengan argumen besar anda
- penilaian: membandingkan kekuatan dan kelemahan dari konsep, fakta yang kita bahas
- evaluasi: sebuah konklusi tentatif yang menegaskan posisi anda dalam isu yang dibahas

Bagaimana mendukung argumen kita?

Argumen yang baik akan muncul jika anda tidak membuat penyataan (kalimat) yang tidak bisa didukung tulisan anda. Pernyataan ‘Sistem politik yang tidak demokratis merupakan penyebab krisis di Asia’ tetap akan berupa pernyataan sampai anda secara meyakinkan mendukung pernyataan anda tersebut. Ada beberapa cara untuk mendukung argumen anda.

1. Gunakan data, baik primer maupun sekunder, kualitatif maupun kuantitatif

2. Manfaatkan bahan bacaan untuk mendukung argumen anda.

  • Satu-satunya legitimasi untuk mengutip sebuah tulisan (karya) orang adalah untuk mendukung argumen anda (memperkuat posisi yang anda ambil).
  • Sekali anda mengutip, anda bertanggung jawab terhadap apa yang anda kutip.
  • Usahakan untuk tidak menampilkan kutipan yang terlalu panjang tanpa alasan yang jelas dan diterima. Mengungkapkan kembali dengan bahasa anda (paraphrasing) merupakan cara yang lebih disukai daripada sebuah kutipan panjang.
  • Ungkapkan penghargaan anda kepada orang yang telah anda refer atau kutip dengan menyebutkan sumber kutipan dan referensi anda.

2. Metode diskursif

a. Ilustrasi
b. Perbandingan
c. Pernyataan kembali
d. Definisi
e. Hubungan kausal
f. Klasifikasi
g. Qualifikasi

Bagaimana rangkaian paragraf yang baik?

  • Paragraf dalam suatu tulisan akademik memiliki struktur yang sangat khas. Kebanyakan paragraf dikembangkan dari sebuah poin atau gagasan pokok yang biasanya merupakan suatu generalisasi atau suatu peryataan, sekalipun tidak jarang beberapa paragraf berkembang dari sebuah gagasan pokok. Gagasan pokok ini bisa berada di awal atau di akhir paragraf.
  • Ada beberapa cara untuk menciptakan rangkaian paragraf-paragraf yang baik.a. Repetisi. Ini merupakan gagasan yang paling sederhana.

Upaya untuk menjadikan negara-negara pasca-kolonial lebih bisa dikendalikan adalah dengan melalui proses inklusi ke dalam sistem yang ada (kalimat akhir suatu paragraf)

Proses inklusi ini dilakukan antara lain dengan mengintroduksi program-program pembangunan di negara-negara tersebut atau melalui bantuan asing (Kalimat pertama paragraf berikutnya)

b. Pertanyaan-jawaban.Mengapa muncul kecenderungan ke arah proteksionisme? (Kalimat akhir suatu paragraf)

Para penganut pemikiran hegemonic stability mengkaitkan pasar bebas (dan proteksionisme) dengan keberadaan sebuah negara hegemonic (Kalimat awal dari paragraf berikutnya)

c. Ringkasan.Program-program bantuan Asing mengandung elemen-elemen yang sangat mengikat (Kalimat akhir suatu paragraf)

Karena elemen-elemen yang mengikat inilah, bantuan asing seringkali dianggap sebagai pendorong dependensi (Kalimat awal paragraf berikutnya)

Bagaimana membuat kesimpulan yang baik?

  • Kesimpulan BUKAN ringkasan. Dalam bagian ini anda dituntut untuk benar-benar menyimpulkan, yakni membawa essai/paper anda pada suatu resolusi sesuai dengan topik/pertanyaan yang anda bahas. Refer kembali ke topik untuk memperoleh nuansa kesatuan antara pertanyaan dan pembahasan anda.
  • Coba renungkan sejenak dan lakukan refleksi terhadap apa yang telah anda temukan selama pembahasan dan selama anda mengembangkan argumen anda. Konklusi apa yang bisa anda tarik?
  • Pengungkapan konklusi bisa sangat bervariasi. Tetapi, jika mungkin sisakan sesuatu agar pembaca berfikir. Ingat, kesimpulan adalah kesan akhir yang akan dimiliki oleh pembaca dari karya anda. Jadi, bukan sesuatu yang bisa dibuat sambil lalu.
  • Apakah penampilah fisik paper penting bagi penilaian?

    • Penilaian terhadap essai/paper anda pada umumnya tidak ditentukan oleh penampilan fisik paper yang anda tulis. Misalnya, sekalipun penjilidan yang profesional mungkin memberikan hasil yang optimal bagi penampilan fisik essai/paper anda, staples di pojok kiri atas sebenarnya lebih dari cukup. Yang penting, paper anda tidak bercerai berai ketika dibaca.
    • Yang sangat tidak dianjurkan dan sebaiknya dihindari adalah menjilid essai/paper anda dengan sampul plastik. Sampul plastik bagi sebuah paper adalah pemborosan dan beban, bukan hanya bagi anda, tetapi juga bagi alam. Oleh karenanya, tidak ada tip yang lebih baik selain kurangi atau, jika mungkin, hindari!

    Dikutip sepenuhnya dari http://msugiono.staff.ugm.ac.id


    Kumpulan Jurnal Ilmiah

    February 5, 2008

    Unand sebagai salah satu universitas terkemuka indonesia tidak mau ketinggalan tentang masalah pemanfaatan teknologi. ini terbukti dengan bekerjasamanya unand dengan salah satu web yang menyediakan layanan jurnal ilmiah yakni www.proquest.com.

    Berikut ini adalah link yang bisa digunakan untuk mendownload jurnal ilmiah

    - www.proquest.com/pqdweb

    dengan user login 3h7cwqhxrm dan password andalas


    Kumpulan Jurnal Teknik Industri

    January 1, 2008

    Jurnal ilmiah merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang berdasarkan fakta dan data yang ilmiah yang dibuat untuk membuktikan kebenaran dan informasi pada orang lain.

    Salah satu yang sering kali menjadi tugas kuliah dari warga indeecom adalah mencari jurnal ilmiah tentang keilmuan teknik industri, nah untuk memudahkan teman2 semua dalam mencari jurnal maka ini ada sedikit link yang bagus bwt mencari jurnal. Silahkan Browse.

    http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/articles.php?PublishedID=IND07090101
    http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/journals.php?ID=IND040602
    http://imtii.wordpress.com/category/jurnal-teknik-industri/
    http://www.sciencedirect.com/science/journal/03608352
    http://imtii.wordpress.com/category/jurnal-teknik-industri/
    http://sunzi1.lib.hku.hk/hkjo/issue.jsp?book=40
    http://www.jurnal.lipi.go.id/utama.cgi?direktori
    http://www.doaj.org/doaj?func=subject&cpid=108

    Dari beberapa link diatas masih banyak link lain yang menyediakan jurnal-jurnal ilmiah teknik industri lainnya. Kalau seandainya ada diantara kwn2 yang tau tentang situs yang memiliki banyak jurnal silahkan langsung saja post. Thanks 4 all Attention

    We WorK TogeTher To Get WhaT We WanT


    Model Teori Antrian

    January 1, 2008

    Pendahuluan

    Teori antrian adalah teori yang menyangkut studi matematis dari antrian-antrian atau baris baris penungguan.

    Antrian

    1. Contoh contoh kasus antrian :
    2. Para pembelanja yang berdiri didepan kounter di supermarket.
    3. Mobil-mobil yang menunggu di lampu merah.
    4. Pasien yang menunggu diklinik rawat jalan.
    5. Pesawat yang menunggu lepas landas dibandara udara.
    6. Mesin-mesin rusak yang menunggu untuk diperbaiki oleh petugas perbaikan mesin.
    7. Surat yang menunggu diketik oleh seorang sekretaris.
    8. Program yang menunggu untuk diproses oleh komputer digital.

    Fenomena menunggu adalah hasil langsung dari keacakan dalam operasi sarana pelayanan secara umum, kedatangan pelangan dan waktu pelayanan tidak diketahui sebelumnya karena jika bisa diketahui, pengoperasian sarana tersebut dapat dijadwalkan sedemikian rupa sehingga akan sepenuhnya menghilangkan keharusan untuk menunggu.

    Tujuan mempelajari pengoeprasian sebuah sarana pelayanan dalam kondisi acak adalah untuk memperoleh beberapa karakteristik yang mengukur kinerja sistem yang sedang dipelajari.

    Dalam model antrian, interaksi antara pelanggan dan pelayan adalah berkaitan dengan periode waktu yang diperoleh pelanggan untuk menyelesaikan sebuah pelayanan, dalam antrian kedatangan pelanggan umumnya disebut sebagai distribusi kedatangan (arrival distribution) dan distribusi waktu pelayanan (service time distribution)

    Faktor faktor penting dalam pengembangan model antrian :

    Cara memilih pelanggan dari antrian untuk memulai pelayanan

    FCFS ( first come first served)

    LCFS ( last come first served)

    SIRO ( served in random order)

    Berkaitan dengan rancangan sarana dan pelaksanaan pelayanan

    Parralel served

    Serial served

    Random served

    Berkaitan dengan rancangan sarana tersebut dan pelaksanaan pelayanan.

    Berkaitan dengan ukuran antrian yang diijinkan.

    Berkaitan dengan sifat sumber yang meminta pelayanan.

    Unsur unsur dasar model antrian bergantung pada faktor :

    1. Distribusi kedatangan( kedatangan tunggal atau kelompok )
    2. Distribusi waktu pelayanan ( pelayanan tunggal atau kelompok )
    3. Rancangan sarana pelayanan (stasiun serial, paralel atau jaringan )
    4. Peraturan pelayanan(FCFS, LCFS, SIRO) dan prioritas utama.
    5. Ukuran antrian( terhingga atau tidak hingga )
    6. Sumber pemanggilan(terhingga atau tidak terhingga)
    7. Perilaku manusia( perpindahan, penolakan atau pembatalan).

    Peran Distribusi Poisson dan Eksponensial

    Situasi antrian dimana kedatangan dan keberangkatan (kejadian) yang timbul

    selama interval waktu dikendalikan dengan kondisi berikut :

    Kondisi 1 :Probabilitas dari sebuah kejadian( kedatangan atau keberangkatan)

    yang timbul antara t dan t +s bergantung hanya pada panjang s, yang berarti

    bahwa probabilitas tidak bergantung pada t atau jumlah kejadian yang timbul

    selama periode waktu (0,t).

    Kondisi 2 : Probabilitas kejadian yang timbul selama interval waktu yang sangat

    kecil h adalah positif tapi kurang dari satu.

    Kondisi 3 : Paling banyak satu kejadian dapat timbul selama interval waktu yang

    sangat kecil h.

    Ketiga kondisi diatas menjabarkan sebuah proses dimana julah kejadian selama

    satu interval waktu yang diberikan adalah Poisson, dan karena itu interval waktu

    antara beberapa kejadian yang berturut turut adalah eksponensial. Dengan

    kasus demikian, kita katakan bahwa kondisi kondisi tersebut mewakili proses

    Poisson.

    http://ns1.cic.ac.id/~ebook/ebook/adm/myebook/0053.pdf


    Download buku gratis

    January 1, 2008

    http://www.ulib.org/


    Peta-Peta Kerja

    November 17, 2007

    Peta kerja adalah suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas. Informasi-informasi yang didapatkan melalui peta kerja antara lain:

    1. Benda kerja berupa gambar kerja, jumlah dan spesifikasi material, dimensi/ukuran pekerjaan, dan lain-lain.

    2. Macam proses yang dilakukan, jenis dan spesifikasi mesin, peralatan produksi, tooling, dan lain-lain.

    3. Waktu operasi (waktu standar untuk setiap proses atau elemen kegiatan disamping total waktu penyelesaiannya.

    4. Kapasitas mesin atau kapasitas kerja lainnya yang dipergunakan.

    Melalui peta kerja kita bisa mengetahui secara jelas proses atau kejadian apa saja yang dialami oleh benda kerja mulai dari bahan masuk pabrik hingga proses operasi, pemeriksaan, transportasi, hingga proses penyimpanan bahan jadi baik itu berupa produk lengkap ataupun bagian dari produk lengkap.

    Apabila dilakukan studi yang seksama tentang peta kerja, maka perbaikan sistem kerja dapat dengan mudah dilakukan. Perbaikan tersebut antara lain :

    1. Menghilangkan proses yang tidak perlu.
    2. Menggabungkan proses yang bisa dilakukan secara bersamaan.
    3. Mengurangi waktu menunggu.

    Pada dasarnya semua perbaikan tersebut bertujuan untuk mengurangi biaya produksi secara keseluruhan, sehingga peta kerja merupakan alat yang baik untuk menganalisis suatu pekerjaan sehingga mempermudah dalam perencanaan perbaikan kerja.

     

    Lambang-lambang yang Digunakan Dalam Peta Kerja

    Secara umum ada lima lambang yang biasa digunakan dalam pembuatan peta-peta kerja [Sutalaksana:15-18,1979] yaitu:

    1. Operasi (operation)

    Suatu kegiatan operasi terjadi apabila benda kerja mengalami perubahan sifat, baik fisik maupun kimiawi, mengambil informasi maupun memberikan informasi pada suatu keadaan. Kegiatan operasi merupakan kegiatan yang paling banyak terjadi dalam suatu proses. Kegiatan ini biasanya terjadi pada suatu mesin atau stasiun kerja. Misalnya pekerjaan menyerut kayu dengan mesin serut, mengeraskan logam, dan pekerjaan merakit.

    2. Pemeriksaan (inspection)

    Suatu pemeriksaan tidak menjuruskan bahan ke arah menjadi suatu barang jadi. Contohnya memeriksa cacat, memeriksa warna benda, membaca alat ukur, dan lain-lain.

    by win_do3


    Perencanaan Kapasistas

    November 17, 2007

    Perencanaan kapasitas ditujukan untuk mengetahui jumlah sumber daya yang dimiliki. Tujuan perencanaan kapasitas adalah melihat apakah pabrik mampu memenuhi permintaan pasar yang diramalkan atau tidak

    Kapasitas Pabrik adalah jumlah produk yang dapat dibuat pada satu periode waktu tertentu. Istilah kapasitas dapat dipandang dari tiga perspektif yaitu:

    1. Kapasitas Desain

    Kapasitas desain adalah keluaran maksimum pada kondisi ideal (tidak ada konflik penjadwalan, tidak ada produk cacat/rusak, maintenance hanya yang rutin, dan lain sebagainya).

    2. Kapasitas Efektif

    Kapasitas efektif menunjukkan keluaran maksimum pada tingkat keluaran maksimum operasi tertentu. Umumnya kapasitas efektif lebih rendah daripada kapasitas desain.

    3. Kapasitas Aktual

    Kapasitas aktual menunjukkan keluaran nyata yang dapat dihasilkan oleh fasilitas. Kapasitas aktual harus diusahakan sama dengan kapasitas efektif.

    Didalam perencanaan kapasitas terdapat 3 strategi yaitu:

    1. Capacity lead strategy

    Yaitu kapasitas berada didepan permintaan. Strategi ini cocok untuk untuk pasar yang ada berkembang saat ini

    2. Capacity lag strategy

    Yaitu kapasitas berada dibawah permintaan. Strategi ini berpeluang untuk mengalami kerugian.

    3. Average lead strategy

    Yaitu kapasitas berada sejajar dengan permintaan dimana kapasitas yang ada jumlahnya yang tersedia hanya sebanyak permintaan yang ada

    4. Yang ka ampek ado mah tapi wak Lupo

     

    by win_d03


    Just - in - Time (JIT) System

    August 26, 2007

    Dalam sistem Just - in - Time (JIT), aliran kerja di kendalikan oleh operasi berikutnya, dimana setiap stasiun kerja menarik out put dari stasiun kerja sebelumnya sesuai dengan kebutuhan. Dalam sistem JIT, pesanan produksi (production order) dapat dikomunikasikan dengan berbagai cara, dapat menggunakan alat elektronik seperti lampu, alat transportasi seperti konteiner, atau alat paling banyak digunakan adalah semacam tanda yang disebut sebagai kamban. Kamban adalah suatu istilah dalam bahasa Jepang yang serupa artinya dengan visible record or signal. Pada umumnya alat kamban yang dipergunakan adalah kartu, sehingga sering disebut kartu kamban. Kamban dipergunakan sebagai tanda (signal) kepada stasiun pemasok bahwa stasiun pengguna sedang membutuhkan material, sehingga stasiun pemasok (pelanggan) harus segera mengirimkan material itu sesuai dengan kebutuhan yang tertera dalam kartu kamban. Pada dasarnya sistem JIT merupakan suatu konsep filosofi yaitu, memproduksi produk yang dibutuhkan, pada saat dibutuhkan oleh pelanggan, dalam jumlah sesuai kebutuhan pelanggan, pada tingkat kualitas prima, dari setiap tahap proces dalam sistem manufakturing, dengan cara yang paling ekonomis dan efisien melalui eliminasi pemborosan (waste elimination) dan perbaikan proses terus menerus (countineous process improvement). Konsep just in time adalah suatu konsep di mana bahan baku yang digunakan untuk aktifitas produksi didatangkan dari pemasok atau suplier tepat pada waktu bahan itu dibutuhkan oleh proses produksi, sehingga akan sangat menghemat bahkan meniadakan biaya persediaan barang / penyimpanan barang / stocking cost.

    Teori konsep just in time ditemukan oleh seorang berkebangsaan jepang bernama Taiichi Ohno dari perusahaan kendaraan motor Toyota. Perhitungan serta kerja sama yang baik antara penyalur, pemasok dan bagian produksi haruslah baik. Keterlambatan akibat salah perhitungan atau kejadian lainnya dapat menghambat proses produksi sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

    FALSAFAH JIT

    Menyediakan kebutuhan yang cukup pada waktu yang tepat.

    JIT sebagai suatu sistem perbaikan yang berkelanjutan, dapat mengatasi kesia-siaan & variabilitas.

    Produk yg disimpan, terlambat diproduksi, produk yg mengantri, produk yg rusak merupakan kesia-siaan.

    Variabilitas adalah setiap penyimpangan dari proses optimal yg mengantarkan produk sempurna tepat waktu.

    Pengelolaan JIT bertujuan untuk menghapuskan segala sesuatu yang tak bernilai tambah pada setiap saat.

    Prinsip ini berasal dari pengamatan sederhana: konsumen hanya bersedia membayar nilai tambah yang kita hasilkan. Semua yang lain adalah Muda atau tak bernilai tambah. Oleh karena itu tujuan pengelolaan JIT terfokus pada penghapusan semua bentuk pemborosan (Muda). JIT juga adalah sistem yang mengejar kesempurnaan (nilai yang esential) saat Muda atau pemborosan dihapus.

    Rantai pemasokkan yang ramping

    Perubahan dari produksi tradisional menjadi rantai pemasokkan (supply chain) yang ramping adalah salah satu tahapan penting dalam pengelolaan JIT. Alran barang dan lairan produksi satu unit (one piece flow) diterapkan untuk memproduksi beragam produk industri, dengan ukuran lot yang kecil, secara ekonomis dan dalam jumlah yang sesuai dengan permintaan pasar.

    Standarisasi kerja

    Merupakan kunci sukses sistem JIT. Standarisasi kerja merupakan sarana pelatihan bagi para karyawan guna memastikan tindakan yang tepat dengan urutan kerja yang tepat pula dan kerjasama team. Ini pula yang merupakan jaminan kualitas dan produktivitas.