TPS Kunci Keberhasilan Toyota

Siapa bisa menyangka jika di awal pendirianya Toyota mengalami krisis keuangan dan terancam bangkrut pada tahun 1937, bangkit dan menjadi pabrikan otomotif terbesar dan tersohor di dunia hingga kini. Semua itu berkat penerapan Toyota Production System (TPS). Dengan menerapkan sistem produksi Toyota dan dilandasi semangat Kaizen, perusahaan otomotif ini berhasil mengubah arah dari keterpurukan menjadi sukses besar. Inilah sekelumit gambaran dari Journalist Workshop yang digelar PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) baru-baru ini.

Menilik ke belakang, sebenarnya TPS lahir tahun 1935. Meneruskan pola pikir sang Ayah, Sakichi Toyoda, Kiichiro memerlukan sistem produksi yang lebih baik. Pola pikir Kiichiro adalah menekan biaya sekecil mungkin dengan menghilangkan segala bentuk pemborosan. Part dibuat hanya pada saat dibutuhkan atau dikenal dengan istilah just in time. Jadi intinya adalah menciptakan kualitas terbaik, harga pantas, dan lead time paling pendek atau tidak boros.

Pada tahun 1950, penerus Kiichiro, yakni Taichi Ono mengembangkan TPS dengan menerapkan pola pikir supermarket pada sistem produksi Toyota. Di era itu juga diperkenalkan Kanban sebagai tool sistem produksi Toyota. Pola pikir yang diterapkan pada sistem produksi pada saat itu adalah sistem di mana operator hanya membuat part pada saat dibutuhkan, penggunaan Kanban sebagai tool untuk membantu operator memonitor aliran part dan material melalui proses manufaktur otomatis, dan satu orang operator mampu menangani beberapa jenis pekerjaan (multi function worker). Selain itu diterapkan pula konsep mesin stop otomatis bila terjadi gangguan atau `Jidoka` pada lini produksi mobil, dan penerapan standar kerja.

Dalam proses machining, operator dibantu dengan work instruction drawing yang digunakan untuk membandingkan hasil kerja dengan standar. Juga dilengkapi dengan poin-poin penting apa saja yang harus diperhatikan. Jadi intinya, sebagai sarana untuk mengetahui dan menentukan apakah produk yang dihasilkan sudah memenuhi standar yang diharapkan atau tidak.

Guna menghasilkan mobil berkualitas tinggi, diterapkan Build in Quality (BiQ) di mana diterapkan konsep operator adalah inspector dan 3TMC (tidak menerima cacat, tidak membuat cacat dan tidak meneruskan cacat). Pengertiannya, dalam membuat produk dengan kualitas sebaik mungkin, ide dasarnya adalah menganggap perkerja berikutnya adalah pelanggan. Di sini yang dibangun adalah kualitas dalam setiap proses produksinya. Artinya, kualitas dibangun pada tempatnya.

Menurut Harsono, Corporate Planning Manager TMMIN, prinsipnya dalam rangkaian produksi, setiap karyawan menggangap rekan kerja berikutnya sebagai pelanggan. Ia mencontohkan, ~Misalnya saya sebagai karyawan, maka saya berprinsip apa yang saya kerjakan adalah baik dan benar dan tidak menyusahkan teman saya yang mengerjakan berikutnya.~ Dengan kata lain, pegawai berikutnya tidak menerima atau men-stop produk cacat hasil proses pengerjaan sebelumnya, sehingga dihasilkan produk sesuai yang diharapkan. Prinsip men-stop produksi abnormal ini dinamakan Jidoka.

Untuk mencapai hasil yang diinginkan diterapkan just in time. Konsep ini pengertiannya, menyediakan jasa atau produk sesuai dengan jenis yang diperlukan, kapan dibutuhkan dan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. ~Ini untuk menghilangkan segala bentuk pemborosan. Part dibuat hanya pada saat dibutuhkan atau dikenal dengan just in time,~ ungkap Harsono.

Dalam mencapai tujuan TPS, maka Muda, Mura, Muri harus dihilangkan. Muda artinya tidak melakukan sesuatu yang tidak menghasilkan nilai tambah/mubazir. Mura artinya melakukan pekerjaan tidak teratur dan tidak sesuai prosedur. Muri artinya bekerja melampaui batas kemampuan atau membebani mesin.

~Toyota dengan menggunakan TPS telah terbukti mampu menjadi nomor dua di dunia (Business Week tahun 2003—profit). Dan Toyota menjadi besar karena semangat ber-Kaizen yang mampu bangkit, dari kegagalan menjadi kesuksesan,~ terang Harsono dalam paparannya. ~Toyota melakukan banyak hal dalam memenuhi harapan konsumen. Melalui TPS, maka diciptakan harga yang kompetitif, kualitas baik, tepat waktu tersedia pada saat dibutuhkan pelanggan, dan tentunya sambil tetap memberikan penghargaan pada karyawan.~.

One Response to TPS Kunci Keberhasilan Toyota

  1. Ridlo says:

    artikel yang sangat bagus dan inspriratif, semoga sukses toyota menjadi inspirasi bagi kita untuk terus belajar. sukses!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: