Type industri ditinjau dari strategi Process Design

STRATEGI PROCESS POSITIONING

· Adalah strategi yang dipilih suatu industri untuk menentukan jenis proses yang akan digunakan untuk menghasilkan produk.

· Type industri ditinjau dari strategi Process Design :

1. Flow Shop :

– Continous Flow

– Dedicated Repetitive

– Batch Flow

– Mixed Model Repetitive Flow

2. Job Shop

3. Fixed Site/Project

· CONTINOUS FLOW

Untuk produk non-diskrit

Hanya untuk 1 macam produk; biasanya liquid, powder, metal

Contoh : minyak, baja, minuman

Karakteristik :

– Fixed rate : tidak bisa diubah begitu saja

– Fasilitas dirancang untuk untuk 1 macam produk

– Tujuan : minimasi handling

– Perubahan mesin sangat mahal, umur panjang

– Pengadaan bahan baku harus kontinu

– Harga produk bsa murah

– Fixed Cost tinggi, Variable Cost rendah, Break Even Point (BEP) tinggi

· REPETITIVE DEDICATED

Untuk part diskrit

Untuk 1 macam produk dengan banyak variasi

Perubahan tidak memerlukan waktu set up

Contoh : – Sepatu merah/biru, dsb

– Kecap asin/manis, dsb

– Baju model pendek/panjang, dsb

· BATCH FLOW

Untuk part diskrit/non-diskrit

Untuk produk 1 macam dengan banyak variasi dengan urutan sama

Penggantian produk memerlukan waktu set up

Contoh : – Minuman : Coca Cola/Orange

– ABC : Kecap/Saus

– Obat : Obat Batuk/Antibiotik

Karakteristik :

– Peralatan lebih general

– Kurang efisien

– Harus ada jadual untuk alat

– Peralatan harus di-adjust dahulu sebelum dipakai untuk produk lain

· MIXED MODEL

Untuk part diskrit

Satu fasilitas tapi bisa untuk banyak jenis produk

Waktu set up hampir nol

Urutan pengerjaan berbeda

Misal : Model-1 di Work Stasion A – B – C

Model-2 di Work Stasion A – B – C – A – B – C

(Jadi produk model-2 perlu 2 unit out put dari A)

Contoh : baju 2 pita/5 pita

Karakteristik :

– Peralatan termasuk general purpose

– Pekerja lebih fleksibel karena banyak keahlian

– Waktu set up < waktu pembuatan 1 unit

– Kecepatan produksi = kecepatan permintaan dengan mengatur jumlah pekerja

· JOB SHOP

¾ Produk diskrit, urutan dan ukuran berbeda

¾ Lay out by process

¾ Set up tinggi sehingga ongkos produksi tinggi

¾ Keahlian pekerja dituntut tinggi

¾ Mesin-mesin termasuk general purpose

¾ Ukuran pesanan kesil (small batch)

¾ Mampu menerima pesanan apapun

Contoh : BENGKEL : membuat prototype, jig, fixture

Karakteristik :

– Fasilitas dirancang untuk membuat N macam produk yang berukuran pesanan kecil

– Planning & Control ditentukan melalui flow line, sequence, priority, time, status, capacity, bottle neck

– Beban tiap Work Station tidak seragam

– WIP (Work in Process) tinggi karena antrian tinggi

– Waktu pembuatan jauh lebih besar dari waktu operasi (karena waktu menunggu tinggi)

· FIXED SITE/PROJECT

Untuk proyek dimana sumber daya dibawa ke lokasi

Lay out : fixed/stationary

Punya batas waktu tertentu

Contoh : pembuatan kapal, konstruksi, telpon

Karakteristik :

– Pekerja sangat ahli, independen

– Bekerja atas dasar lembar kerja

– Volume kecil

– Sumber daya harus tersedia

One Response to Type industri ditinjau dari strategi Process Design

  1. fahim says:

    boleh tau gak referensinya dari mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: