Sinergi antara HMTI-Alumni dan Jurusan TI

Tulisan ini dikutip dari mailing list HMTI

Assalamualaikum wr.wb,

Email ini mewakili pemikiran saya sebagai alumni TI, walau tidak
menutup kemungkinan dikembangkan menjadi pemikiran jurusan**smile* *.

Proposal LKTI yang dikirim oleh sdri Ririn ini membangkitkan kembali
sebuah pemikiran yang sempat saya wacanakan beberapa waktu yang lalu
dengan beberapa anggota pengurus HMTI. Saya melihatnya hubungan
strategis antara segitiga Jurusan, HMTI dan Alumni selama ini belum
digarap secara maksimal. Padahal kita tahu bahwa kebesaran sebuah
institusi perguruan tinggi, sangat-sangat ditentukan oleh kekuatan
yang dibangun oleh ketiga komponen utama ini. Saya tidak perlu
bercerita banyaklah, bagaimana universitas2 besar menjadi kuat oleh
dukungan alumni2 nya, karena jelas rekan-rekan/ saudara2 yg ada di
milist ini jauh lebih memahami hal tersebut.

Barangkali sudah ada dalam bayangan kita semua bahwa kontribusi alumni
TI terhadap almamaternya akan sangat berpengaruh untuk kemajuan TI ke
depan, hanya saja barangkali kita belum menemukan format yg tepat
seperti apa kontribusi yang diharapkan.

Untuk itu saya membuka wacana menampung pandangan2 dan pemikiran2 dari
rekan-rekan /saudara2 sekalian yang ada di milist ini untuk ikut serta
memikirkan dan memberikan kerangka dasar dalam membangun setiga
Jurusan, HMTI dan Alumni TI ini. Setiap opini akan menjadi masukan yg
sangat berharga bagi kita menyusun langkah-langkah pengembangan
institusi TI ke depannya.

Sambil menunggu masukan dari rekan2 semua, tidak salahnya program
jangka pendek dari jurusan perlu menjadi perhatian kita semua.
Proposal LKTI yang diposting oleh Ririn perlu mendapat dukungan kita
semua, terutama bantuan dari alumni. LKTI ini adalah acara tahunan
bergengsi bagi jurusan Teknik Industri se Indonesia, dan kita pernah
meraih prestasi sangat baik di ajang LKTI ini dgn meraih juara III
Nasional. Kita sangat mengharapkan delegasi yang akan kita kirim tahun
ini ke ajang yg sama dapat meraih, setidaknya prestasi yg sama yang
pernah diukir oleh kakak kelas mereka sebelumnya, kalau bisa malah
melampaui. Itu harapan kita semua. Untuk dukungan dana kita dari
Jurusan memang belum mampu untuk mendukung sepenuhnya saat ini, karena
keterbatasan yg ada. Untuk itu, saya sangat mengharapkan agar alumni
dapat menunjukan kontribusi jangka pendek yg nyata dan dapat segera
terlaksana** *smile*** . Tentu dengan jumlah alumni yg sudah mencapai
499 orang, bantuan yg kecil pun akan sangat mencukupi, apalagi bantuan
yg besar, misalnya😛, tentu tidak akan disia-siakan. Jadi intinya,
tolong emailnya Ririn ditanggapi dengan seksama***smile* **

Satu hal lagi, ada hal krusial yg perlu menjadi perhatian kita bersama
hendaknya.

Selama satu semester ini saya perhatikan (kalau yg ini baru sebagai
Ketua Jurusan ), adanya sedikit ketidak adilan dalam keperpihakan kita
terhadap mahasiswa yg tidak mampu. Ada banyak beasiswa yg disalurkan
kepada mahasiswa, dengan persyaratan IPK tertentu. Yang seringkali
mendapatkan beasiswa ini justru orang-orang yg secara ekonomi sanggup.
Sementara, mahasiswa yg benar2 membutuhkan seringkali harus mengalah
kalah karena persyaratan IPK untuk mendapatkan beasiswa tidak terpenuhi.
Coba sekarang kita coba telaah. Rasanya terlalu berat kalau mahasiswa
yg kurang mampu dituntut untuk belajar penuh kalau waktu mereka lebih
banyak tersita untuk mencari uang tambahan, kerja sana sini, makan
hanya dengan indomie, etc. Ya wajar saja yg mendapat beasiswa adalah
mahasiswa yg secara ekonomi mampu, krn setiap hari menyantap makanan
yg bergizi, bisa belajar penuh waktu, dll. Sehingga IPKnya bagus, etc.

Tapi ini tidak mengeneralisir bahwa semua mhs yg kurang mampu tidak
bisa berprestasi. Bukan disini point yg ingin dibahas. Akan tetapi
kita perlu memikirkan bahwa keberpihakan kita dalam pemberian beasiswa
mungkin perlu ditinjau tidak dari IPK saja, tapi benar2 dilihat sisi
ketidak-mampuan secara ekonomi yg menjadi keberpihakan utama.
Tapi yayasan/perusahaan pemberi beasiswa tidak pernah mau repot dgn
urusan seperti ini. Maka yg terjadi selama ini di jurusan adalah
mahasiswa yg tidak mampu secara financial sulit untuk bisa bersaing
mendapatkan beasiswa krn terganjal IPK. Kasus seperti ini bukan 1-2
kali terjadi, bahkan sering.

Dari sinilah muncul pemikiran agar jurusan menggalang dana sendiri yg
dapat dipergunakan sebagai beasiswa berkala yg keberpihakannya bukan
lagi IPK, krn yg ini sudah ada jalurnya. Tapi keberpihakan jurusan
terhadap pemberian beasiswa ini benar2 terhadap mhs yg kurang mampu.
Nah, himpunan dengan HMTI nya perlu diajak bekerjasama mendata kondisi
semua anggotanya dan melaporkan secara berkala kepada jurusan. Dan
Jurusan akan melaporkan kepada ALUMNI ***smile***. “Ini daftar
adik-adik kita yg perlu dibantu”. Bukankah ini semua kerja sama yg
manis??. Kalau rekan-rekan alumni sepakat dengan pemikiran ini, Insya
Allah Jurusan dan HMTI akan memfasilitasi dan mempersiapkan mekanisme
yg paling baik untuk pelaksanaannya.
Alah panjang bana ternyato. Sudahi dulu lah. Silahkan di tanggapi.

Wassalam

Lusi Susanti, TI’95

One Response to Sinergi antara HMTI-Alumni dan Jurusan TI

  1. TI_Ers says:

    salut… buat ibuk..
    idenya sangat brillian
    kami tunggu gebrakannya buk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: